Jumat, 19 Oktober 2012

Instalasi dan Konfigurasi Samba Server di Debian 6 (Squeeze)


A. TENTANG SAMBA

Samba merupakan aplikasi Unix yang memanfaatkan protocol SMB (Server Message Block). Sebagian sistem operasi memanfaatkan SMB dalam komunikasi client-server-nya termasuk Windows. Samba berfungsi untuk melakukan sharing data/file dan printer antara sistem operasi Windows dengan sistem operasi UNIX/Linux. Beberapa manfaat dari penggunaan Samba, diantaranya:
  • Menghubungkan  setiap mesin UNIX dan Linux dengan mesin DOS atau Windows.
  • Menempatkan mesin UNIX dan Linux sebagai primary domain controller sebagaimana yang dilakukan Windows NT/2000 Server.
  • Berbagi (share) file dan printer pada semua komputer yang terhubung ke jaringan.
  • Membantu pengguna browsing di internet neighbourhood.
  • memberikan autentifikasi kepada para client yang login ke dalam suatu domain pada suatu jaringan.
Aplikasi samba dijalankan sebagai daemon, dua aplikasi utamanya adalah:
      1.  smbd
           Daemon yang memberikan layanan berbagi file dan printer dalam sebuah 
           jaringan yang menggunakan protokol SMB. smbd juga memberikan 
           autentifikasi dan otoritasi bagi client-nya.
      2.  nmbd
           Daemon yang memanfaatkan Windows Internet Name Service (WINS) dan 
           membantu client untuk browsing di network neighbourhood.

Selain daemon utama di atas, aplikasi samba juga mempunyai beberapa program pendukung, yaitu:
 a. smbclient, client dengan tampilan mirip FTP untuk mengakses smb resource share.
 b. smbtar, program yang mem-back up data yang di-share. Mirip tar di Linux.
 c. nmblooup, program yang membantu mencari nama (name looup) dengan memanfaatkan
     NetBIOS over TCP/IP.
 d. smbpasswd, program yang memungkinkan administrator mengatur password yang
     terenkripsi yang digunakan oleh samba server.
 e. smbstatus, program yang memonitor status terakhir dari share resource yang diberikan
     oleh server samba.
 f. Testparm, program kecil untuk melakukan proses debug (memeriksa parameter)
     terhadap file konfigurasi samba ( pada file smb.conf)
 g. SWAT (Samba Web Administrator Tool), program bantuan yang memberikan interface
     model web untuk mengadministrasi samba. SWAT mempermudah untuk mengedit file
     konfigurasi samba, mengatur resource share, melihat status samba terakhir dan
     dukungan file help yang sangat bermanfaat.




B.      SKENARIO JARINGAN



Skenario di atas menggunakan setting bridge pada Network Adapter Virtual PC. Skenario ini saya praktikkan bersama teman saya.


C.      LANGKAH KERJA

 
     1. Siapkan komputer dan software virtual PC.
     2. Siapkan DVD ISO Debian 6.
     3. Aturlah agar komputer fisik dapat terkoneksi dengan komputer fisik milik teman
         sekelompok menggunakan IP address yang telah diskenariokan.
     4. Sebelum menghidupkan virtual PC, aturlah network adapter virtual PC menggunakan
         setting bridge yang diarahkan ke eth0. Virtual PC yang saya gunakan adalah VMware
         Workstation.


  5. Kemudian, klik menu Edit pada VMware Workstation. Pilih Virtual Network Editor... untuk menentukan arah bridge.

  6. Nyalakan virtual PC , lalu atur IP address sesuai dengan skenario. Pada Debian
      konfigurasi IP address dilakukan dengan mengedit file /etc/network/interfaces.

  7. Lakukan penyettingan seperti pada gambar di bawah. Jika sebelumnya sudah dilakukan
      konfigurasi IP, maka beri tanda pagar "#" pada konfigurasi lama. Jika sudah selesai, 
      simpan konfigurasi file. Lalu, restart konfigurasi IP address dengan menggunakan
      sintak: /etc/init.d/networking, lalu tekan Enter.
  8. Lalu, lakukan konfigurasi IP address juga pada komputer fisik dengan menggunakan IP
      address yang sudah diskenariokan. Caranya: Start --> Control Panel --> Network and
      Internet Connections --> Network Connections. Klik kanan pada Local Area Connection
      kemudian pilih Properties. Selanjutnya, pilih Internet Protocol (TCP/IP) dan klik
      Properties. Isi IP address-nya. Jika sudah, klik OK.
  9. Ping komputer fisik menggunakan virtual PC. Lakukan juga ping komputer fisik & 
      virtual PC milik teman.


   10Sekarang saatnya melakukan instalasi samba server. Ketikkan sintak: apt-get install 
            samba samba-client swat
            Saat proses instalasi, kita diminta untuk mengisi workgroup yang akan kita gunakan. Isi saja sesuai dengan keadaan jaringan lab. Misal: WORKGROUP

     11.  Selanjutnya, buat direktori, misal: kel10.
     12.  Untuk mengecek keberadaan direktori tersebut, ketikkan ls, tekan Enter.
     13.  Kemudian, ubah mode direktori menjadi 777.
     14.  Lalu, agar folder samba yang akan di-share bisa diakses, perlu dilakukan penambahan
            user  khusus samba.
            Perintah useradd diatas hanya berfungsi menambah user saja. Agar user tersebut bisa
            mengakses direktori samba, user tersebut perlu diberikan password khusus untuk login
            ke samba. 

     15. Untuk memberi password pada user khusus tersebut, ketikkan sintak: smbpasswd -a
            "nama_user", tekan Enter. Kemudian, isikan password yang diinginkan dan tentunya
             mudah diingat 
      16.  Untuk melihat user apa saja yang terdapat di sistem, baca file /etc/passwd.

      17.  Berikunya, lakukan konfigurasi untuk direktori kel10. File Konfigurasinya adalah /
               /etc/samba/smb.conf
Isi file /etc/samba/smb.conf



      18.  Kemudian tambahkan sintak seperti yang ditunjukkan di gambar paling bawah file  
              /etc/samba/smb.conf
      19.  Setelah itu, simpan konfigurasi file. Kemudian, jangan lupa untuk merestart service 
             samba. Sintaknya: /etc/init.d/samba restart tekan Enter.
      20. Bukalah File Browser. Masuklah ke dalam direktori kel10 yang ada di file system. 

        21. Tambahkan file-file yang ingin di-share.

        22. Setelah pengkopian file selesai, saatnya pengujian samba server. Buka File Browser, lalu 
              akses IP address server samba seperti pada gambar berikut.
Klik Go--> Location… atau Ctrl+L


Ketikkan IP address samba server.


Lalu, double click pada folder sharing.


Kemudian, kita akan diminta mengisi Username,Workgroup serta Password sesuai dengan pengaturan user yang dilakukan tadi. Pilih Connect.
Jika log in berhasil, maka tampilan File Browser akan jadi seperti gambar di atas.

       23. Selesai dengan Debian, lakukan pengujian juga pada komputer fisik (Windows XP).  
             Ketikkan IP address samba server.  Kemudian, kita diminta melakukan autentifikasi 
             dengan mengisi Username dan Password.
 
     24.  Jika login berhasil, maka tampilannya juga sama persis dengan pengujian yang dilakukan pada Debian tadi.




Yossh~!! Selesai sudah konfigurasi Samba server-nya XD
Oh iya, sebenarnya tugas ini adalah tugas kelompok membuat Samba server dan FTP server. Nah, ini link FTP Server saya :3

Selamat mencoba~! :D

Tidak ada komentar :

Posting Komentar